Cara dan Pentingnya Memisahkan Jenis Sampah

Belakangan ini sampah jadi persoalan pelik di setiap kota besar dan kecil di Indonesia. Semakin besar sebuah kota, jadi pelik juga persoalan sampah yang dihadapinya. Salah satu persoalan sampah yang tetap sering terjadi ialah pemilahan antara sampah organik dan sampah anorganik.

Gambar terkait

Sampah yang menggunung dan dibiarkan tanpa penanganan khusus bukan hanya bakal memicu lingkungan kira-kira kelihatan jorok dan tidak nyaman. Namun juga dapat jadi ancaman untuk kesehatan Anda.

Aneka style binatang seperti lalat, tikus dan kecoa bakal berkunjung ke tempat-tempat yang penuh bersama sampah, dan mereka bakal mampir meneror tempat tinggal Anda sambil mempunyai bibit penyakit yang mereka dapatkan dari hinggap di daerah pembuangan sampah.

Mengatasi persoalan sampah bersama mengatasi sampah organik dan sampah anorganik

Sebagian dari kita barangkali tak benar-benar acuhkan bersama persoalan ini, gara-gara terasa sudah membayar pihak khusus yang bertanggung jawab untuk mengurusnya. Misalnya terkecuali Anda tinggal di kawasan perumahan, Anda tinggal meletakkannya di depan tempat tinggal dan bakal ada seorang petugas kebersihan yang mampir untuk mengambilnya.

Namun, ada kalanya si petugas tidak dapat jalankan tugasnya secara pas waktu gara-gara beberapa hal. Misalnya, terjadi cuaca buruk, hari libur nasional, atau gara-gara tengah sakit. Kalau sudah begini limbah tempat tinggal tangga Anda dapat menumpuk berhari-hari dan memicu Anda terasa risih.

Pernahkah Anda membayangkan, apa yang terjadi kelak terkecuali sampah konsisten menumpuk hingga tak ada ulang daerah pembuangan yang dapat menampungnya? Apakah yang dapat kita jalankan untuk kurangi jumlahnya, paling tidak yang dihasilkan dari tempat tinggal kita sendiri?

Oleh gara-gara itu, tidak ada salahnya ‘kan terkecuali kita memulai formalitas baru, yaitu mengatasi sampah berdasarkan bahan dasarnya jadi sampah organik dan sampah anorganik. Di negara-negara Eropa dan Jepang, hal semacam ini sudah bukan hal baru dan sudah diterapkan sejak bertahun-tahun lalu. Jika anda kesusahan dalam mencari tempat sampah, hubungi Tempat sampah besar

Mengelola sampah menurut bahan dasarnya

Secara umum, pengelolaan sampah di banyak negara di dunia dilakukan berdasarkan prinsip 3R, yaitu kurangi arus sampah yang dibuang ke daerah pembuangan akhir (reduce), manfaatkan ulang barang-barang bekas (reuse), dan mendaur ulang limbah style khusus (recycle). Anda juga dapat mengatasi daerah untuk sampah organik dan sampah anorganik dalam menanggulangi limbah tempat tinggal tangga Anda sendiri.

Sampah organik terdiri dari sisa makanan, kertas bekas, karton bekas, daun-daun kering dan apa saja yang terbuat dari tubuh hewan dan tumbuhan. Anda dapat mengumpulkannya dalam sebuah lubang di halaman belakang rumah, selanjutnya biarkan di situ hingga membusuk dan terurai jadi pupuk kompos.

Dari namanya saja kita sudah paham bahwa sampah anorganik adalah bahan rongsokan yang tidak dibuat dari anggota tubuh makhluk hidup. Misalnya, tas plastik (tas kresek), ember plastik yang sudah bocor, kaca, kaleng, botol dan tetap banyak lagi. Khusus untuk baterai dikategorikan sebagai bahan beracun beresiko (B3) yang tak boleh dibuang sembarangan.

Tak ada cara untuk menanggulangi sampah anorganik tidak cuman memanfaatkannya kembali, gara-gara tanah tak dapat menguraikan limbah style ini. Sampah kering yang dibuang ke sungai bakal terbawa arus hingga ke laut dan dimakan oleh ikan. Akibatnya, ikan di laut banyak yang mati gara-gara pencemaran.

Bahkan terkecuali sukses hidup pun, kita mesti berhati-hati mengkonsumsinya gara-gara dikhawatirkan dagingnya punya kandungan bahan beresiko seperti merkuri.

Daur ulang adalah solusi tunggal

Karena tetap minimnya perhatian pihak perihal berkenaan cara mengolah sampah anorganik, maka tak ada jalan lain tidak cuman manfaatkan ide dan inisiatif kita untuk mengolahnya.

Bekas kemasan sabun pencuci piring atau sejenisnya dapat disatuka dan dijahit sebagai barang kerajinan yang unik dan punya nilai jual. Kaleng bekas dapat kita manfaatkan sebagai pot bunga setelah diberi lubang di anggota bawahnya.

Kenapa Sampah Harus Dipisah?

Anjuran untuk mengatasi sampah organik dan non organik pasti sudah sering kita dengar apalagi lakukan. Sayangnya, terkecuali kita lihat di jalanan atau rumah-rumah, tetap banyak orang yang cenderung cuek menghilangkan sampah jadi satu tempat. Bahkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) pun akhirnya mengkombinasikan sampah-sampah itu jadi satu.

Mengurangi timbunan sampah
Seperti yang kita tahu, seluruh sampah itu mempunyai tingkat degradasi (waktu hancur) yang berbeda-beda. Setelah dibuang, sampah bakal secara otomatis mengalami degradasi. Sampah non organik seperti logam, plastik, kaca butuh waktu ratusan tahun untuk jadi busuk, dibanding bersama sampah organik seperti daun, kertas, kain. Nah, terkecuali seluruh sampah dijadikan satu di TPA, maka sampah-sampah yang organik saja yang bakal terurai, sedang sampah non organik bakal selalu pada wujudnya hingga ratusan tahun. Terbayang, kan seluas apa TPA yang kita butuhkan?

Mengurangi pencemaran lingkungan
Sampah yang kita membuang seringkali punya kandungan bahan beracun, seperti botol pembasmi serangga, baterai, obat-obatan, dll. Jika sampah-sampah itu dapat dipisahkan dan ditangani secara khusus, maka dapat jauhi barangkali lingkungan kita tercemar bahan-bahan beracun/berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *