Sebenarnya Operator Tak Siap Layani Data

Sebenarnya Operator Tak Siap Layani Data

Operator tidak punya pegangan arah pengembangan data. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pun tak jelas memberi guidance. Tak ada bimbingan caranya bagaimana, berapa investasinya, siapa yang bertanggung jawab, dan lain-lain, kecuali memberi target-target yang angkanya ambisius. Jika harus merujuk ke RPJMN tersebut terus terang operator bakal kesulitan. Akibatnya operator umumnya punya cara kerja sendiri, menyambar peluang yang ada di depan mata saja. Harus diakui bahwa ketika membangun jaringan dulu operator tak bisa memprediksi perkembangan-perkembangan pasar seperti aktivitas Steve Jobs dalam mengeluarkan produk iPhone baru.

Demikian pula layanan data lain via OTT. Akibatnya operator sekarang ini keteteran dalam menggelar layanan data dan mendapat manfaat dari situ. Wajarlah jika semua layanan data lemot. Apalagi ketika dulu dimulai, layanan data dipersepsikan sebagai gratis. Sekarang ini kita kesulitan dalam menetapkan harga untuk layanan data. Di lain pihak, operator saat ini harus memperbarui jaringan yang sudah berumur 17 tahun jika ingin menggelar layanan data yang baik. Fixed-broadband harus benar-benar rapi. Di level operator harus ada skill dan kompetensi untuk menggelarnya. Bisa belanja barang dan infrastruktur, jika skill dan kompetensinya tidak “rapi” pasti kualitas akan jelek. Fixed broadband harus berbasis IP semua. Jangan sampai orangorang teknik di operator tak mau migrasi ke IP sehingga menggunakan pipa yang kecil lagi. Sering kali ini ganjalan untuk menuju desain jaringan berbasis IP itu ada pada orang. Dan membangun orang itu tak mudah.

Waduh kalau ga ada internet gimana cara mau update status wa , IG, Facebook, dan twitter yah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *